Jl. Kenanga 2 Gg.Dolang No.14, Kalisari, Pasar Rebo,
Jakarta Timur, Indonesia - 13790

"PEMESANAN BISA LANGSUNG KE NO WA/SMS : 081393725615
Rekening pembayaran :
Atas Nama : Ike Rahmawaty
- BCA : 6850236168
- Mandiri : 129-00-1055513-0
- BRI : 1848-01-000232-50-1
ATAU 


Hingga saat ini masyarakat Baduy masih terikat pada pikukuh (adat yang kuat) yang diturunkan dari generasi ke generasi. Salah satu pikukuh itu berbunyi lojor teu meunang dipotongpondok teu meunang disambungkan (panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh sambung). Makna pikukuh itu antara lain tidak mengubah sesuatu, atau dapat juga berarti menerima apa yang sudah ada tanpa menambahi atau mengurangi yang ada. Insan Baduy yang melanggar pikukuh akan memperoleh ganjaran adat dari puun (pimpinan adat tertinggi). Pengamalan pikukuh yang taat menyebabkan masyarakat Baduy memiliki kearifan dalam mitigasi bencana. Buku ini merupakan abstraksi hasil penelitan lapangan dalam rangka Hibah Riset Kompetensi DIKTI tahun 2010. Secara umum mitigasi bencana diartikan sebagai perencanaan yang tepat untuk meminimalkan dampak negatif terhadap manusia. Mitigasi bencana merupakan kegiatan pertama dari tiga kegiatan utama dalam manajemen bencana, yakni kegiatan prabencana yang mencakup kegiatan pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta peringatan dini. Dua kegiatan lainnya adalah saat terjadi bencana, mencakup kegiatan tanggap darurat untuk meringankan penderitaan sementara, seperti kegiatanSearch and Rescue (SAR), bantuan darurat dan pengungsian; dan pasca bencana yang mencakup kegiatan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. 


Judul Buku:Kearifan Lokal Masyarakat Baduy Dalam Mitigasi Bencana
Pengarang:R. Cecep Eka Permana
Penerbit:Wedatama Widya Sastra
Cetakan:Ke – 1
Tahun Terbit:2010
Bahasa:Indonesia
Jumlah Halaman:167
Kertas Isi:HVS
Cover:Soft
Ukuran:14 x 20
Berat:300
Kondisi:Baru

Rp 45,000
Order Via Bukalapak     

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top