Sastra dan Kekuasaan: Pembicaraan atas Drama-drama Karya W.S. Rendra
Karya sastra adalah wahana sastrawan untuk menuangkan gagasan-gagasannya secara estetik. Gagasan itu disampaikan tidak secara eksplisit, karena karya sastra berbicara melalui alat-alatnya sendiri. Namun, ketika karya sastra dijadikan alat semata-mata untuk kepentingan propaganda politik, maka nilai kesastraannya menjadi berkurang. Max Adereth mengemukakan bahwa propaganda politik melalui karya sastra tidak ubahnya seperti letusan pistol di tengah-tengah sebuah pertunjukkan.
Drama-drama karya W.S. Rendra tidak seperti yang diibaratkan Adereth, karena Rendra memahami benar apa hakikat karya sastra; dan dengan kekuatan bahasa serta alat-alat sastra ia menghadirkan berbagai persoalan sosial, ekonomi, politik, dan budaya dengan tetap bertumpu pada pengucapan estetik.
Analisis yang memfokuskan pada aspek kekuasaan atas drama-drama karya W.S. Rendra dalam buku ini membuka sebuah pemandangan tentang wajah Indonesia dalam era Orde Baru yang gencar melakukan pembangunan di segala bidang. Dampak dari pembangunan itu seharusnya mengacu pada berbagai kepentingan rakyat, tetapi tidak seditik ekses pembangunan justru merugikan dan/atau memperdaya rakyat secara sistematis.
Penulis : M. Yoesoef
Penerbit : Wedatama Widya Sastra
Tanggal terbit : Februari - 2014
| Rp 45,000 |
| Order Via Bukalapak |

0 komentar:
Posting Komentar